Tentang KamiKontakKebijakan PrivasiDisclaimerDaftar Isi

Doa Memohon Rezeki dari Al-Qur'an dan Hadis Sahih: Arab, Latin, dan Artinya

· Oleh zulfhadli
Tasbih untuk berzikir dan berdoa
Tasbih untuk berzikir. Foto: Fauwaz Alhassan, CC0 · Sumber: Wikimedia Commons

Kita sudah bekerja, bersedekah, menyambung silaturahim, dan berusaha menjaga takwa. Lalu masih ada satu senjata yang sering disebut sebagai "senjata orang beriman": doa. Doa adalah pengakuan paling jujur bahwa sehebat apa pun usaha kita, hasilnya tetap di tangan Allah.

Di artikel kesembilan Seri Pintu Rezeki ini, saya kumpulkan doa-doa memohon rezeki yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis yang jelas riwayatnya. Setiap doa dilengkapi tulisan Arab, latin, arti, dan sumbernya, supaya kita yakin mengamalkannya.

Doa-Doa Rezeki dari Al-Qur'an dan Hadis

1. Doa memohon ilmu, rezeki, dan amal setelah salat Subuh

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."

Sumber: HR. Ibnu Majah dan Ahmad dari Ummu Salamah. Rasulullah SAW membacanya setelah salam salat Subuh. Dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani.

2. Doa agar dicukupkan dengan yang halal

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allāhummakfinī bihalālika 'an harāmik, wa aghninī bifadhlika 'amman siwāk.

Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu."

Sumber: HR. At-Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib, dinilai hasan. Ali mengajarkannya kepada orang yang terlilit utang, dan menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkannya.

3. Doa berlindung dari kesedihan dan lilitan utang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin: Allāhumma innī a'ūdzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala'id daini wa ghalabatir rijāl.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan penakut, dari beratnya utang, dan dari tekanan orang lain."

Sumber: HR. Bukhari dari Anas bin Malik. Rasulullah SAW sering membaca doa ini.

4. Doa memohon petunjuk, takwa, dan kecukupan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Latin: Allāhumma innī as'alukal hudā wat tuqā wal 'afāfa wal ghinā.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, terjaganya diri, dan kecukupan."

Sumber: HR. Muslim dari Abdullah bin Mas'ud.

5. Doa kebaikan dunia dan akhirat (doa sapu jagat)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Sumber: QS. Al-Baqarah: 201. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa doa inilah yang paling sering dibaca Rasulullah SAW (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Doa Nabi Musa saat membutuhkan pertolongan

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku."

Sumber: QS. Al-Qashash: 24. Doa ini diucapkan Nabi Musa AS ketika berada di negeri asing tanpa bekal dan tempat tinggal. Tak lama kemudian Allah memberinya tempat berlindung, pekerjaan, dan keluarga.

Catatan tentang Doa Dhuha yang Populer

Di Indonesia sangat populer sebuah doa setelah salat Dhuha yang diawali "Allahumma innad dhuha'a dhuha'uka...". Isinya baik, tetapi para peneliti hadis menjelaskan bahwa doa dengan lafaz tersebut tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis yang mu'tabar sebagai doa dari Rasulullah SAW. Doa ini boleh dibaca sebagai doa umum, tetapi tidak boleh diyakini sebagai doa yang diajarkan Nabi.

Adapun salat Dhuha sendiri jelas keutamaannya. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap pagi, dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat salat Dhuha (HR. Muslim dari Abu Dzar).

Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa

  • Sepertiga malam terakhir, ketika Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Antara azan dan iqamah, doa tidak tertolak (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
  • Saat sujud, keadaan paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya (HR. Muslim).
  • Satu waktu pada hari Jumat yang doa di dalamnya dikabulkan (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Ketika berpuasa hingga berbuka (HR. At-Tirmidzi).

Adab agar Doa Lebih Mudah Dikabulkan

  1. Awali dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah SAW.
  2. Yakin akan dikabulkan dan berdoa dengan hati yang hadir.
  3. Pastikan makanan dan penghasilan halal, karena harta haram menghalangi doa (HR. Muslim), sebagaimana dibahas di artikel tentang rezeki halal dalam seri ini.
  4. Jangan tergesa-gesa. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seseorang dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata, "Aku sudah berdoa, tetapi tidak dikabulkan." (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Berdoa dalam keadaan lapang, bukan hanya ketika sempit.

Penutup

Doa bukan pengganti usaha, dan usaha bukan pengganti doa. Keduanya berjalan beriringan. Pilih satu atau dua doa di atas, hafalkan, lalu jadikan rutinitas harian, misalnya setelah salat Subuh dan sebelum berangkat bekerja. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita dan melimpahkan rezeki yang halal, baik, dan berkah.

Rujukan: Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 201, Al-Qashash: 24); Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim; Sunan At-Tirmidzi; Sunan Abi Dawud; Sunan Ibnu Majah; Musnad Ahmad.

Komentar

↑