Tentang KamiKontakKebijakan PrivasiDisclaimerDaftar Isi

Utsman bin Affan: Biografi Dzun Nurain, Khalifah Ketiga Pengumpul Mushaf

· Oleh zulfhadli
Kaligrafi nama Utsman bin Affan
Kaligrafi nama Utsman karya Mustafa Izzet Efendi, seperti pada medali kaligrafi di Hagia Sophia (domain publik) · Sumber: Wikimedia Commons

Utsman bin Affan dikenal sebagai sahabat yang sangat pemalu, lembut, dan dermawan. Ia menikahi dua putri Rasulullah SAW, menginfakkan hartanya dalam jumlah besar untuk perjuangan Islam, dan sebagai khalifah ketiga mewariskan jasa besar yang masih kita rasakan hingga hari ini: penyatuan mushaf Al-Qur'an. Berikut biografinya berdasarkan kitab hadis dan sirah yang menjadi rujukan para ulama.

Profil Singkat

KeteranganIsi
Nama lengkapUtsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah, dari Bani Umayyah, suku Quraisy
KunyahAbu Abdillah (juga disebut Abu Amr)
GelarDzun Nurain (pemilik dua cahaya)
Masuk IslamPada masa awal dakwah, melalui ajakan Abu Bakar
Istri dari keluarga NabiRuqayyah, lalu Ummu Kultsum, keduanya putri Rasulullah SAW
Masa khilafahSekitar 24–35 H (644–656 M)
WafatDzulhijjah 35 H, dimakamkan di Baqi', Madinah

Masuk Islam dan Hijrah

Utsman berasal dari keluarga Quraisy yang terpandang dan dikenal sebagai pedagang yang sukses. Ia termasuk orang-orang pertama yang masuk Islam melalui ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketika tekanan kaum Quraisy makin berat, Utsman bersama istrinya, Ruqayyah binti Rasulullah, termasuk rombongan yang berhijrah ke Habasyah. Ia kemudian ikut berhijrah ke Madinah.

Mengapa Dijuluki Dzun Nurain?

Utsman menikahi Ruqayyah, putri Rasulullah SAW. Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah SAW menikahkannya dengan putri beliau yang lain, Ummu Kultsum. Karena menikahi dua putri Nabi, ia dijuluki Dzun Nurain, "pemilik dua cahaya".

Ketika Perang Badar terjadi, Ruqayyah sedang sakit keras. Rasulullah SAW memerintahkan Utsman tetap di Madinah untuk merawatnya, dan beliau tetap memberinya bagian pahala dan harta rampasan seperti orang yang ikut berperang (HR. Bukhari).

Keutamaan Utsman bin Affan

  • Malaikat pun malu kepadanya. Rasulullah SAW bersabda tentang Utsman, "Tidakkah aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya?" (HR. Muslim)
  • Termasuk sepuluh sahabat yang dijamin surga (HR. Tirmidzi).
  • Dikabarkan akan mati syahid. Ketika Gunung Uhud bergetar saat Rasulullah SAW berada di atasnya bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman, beliau bersabda, "Tenanglah wahai Uhud, di atasmu hanya ada seorang nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid." (HR. Bukhari)
  • Baiat Ridwan untuknya. Pada peristiwa Hudaibiyah (6 H), tersiar kabar bahwa Utsman, utusan Nabi ke Makkah, telah dibunuh. Rasulullah SAW lalu membaiat para sahabat, dan beliau menjadikan tangan kanannya sebagai pengganti tangan Utsman (HR. Bukhari).

Kedermawanan yang Luar Biasa

  • Sumur Rumah. Di Madinah ada sumur milik seorang Yahudi yang airnya dijual. Rasulullah SAW menjanjikan surga bagi siapa yang membelinya untuk kaum muslimin, dan Utsman membelinya lalu mewakafkannya (diriwayatkan Bukhari secara mu'allaq dan Tirmidzi).
  • Membiayai Pasukan 'Usrah. Menjelang Perang Tabuk (9 H), di masa sulit, Utsman menyumbangkan harta dalam jumlah besar untuk perlengkapan pasukan. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan membahayakan Utsman apa pun yang ia kerjakan setelah hari ini." (HR. Tirmidzi, hasan)
  • Perluasan Masjid Nabawi. Utsman ikut membiayai perluasan Masjid Nabawi pada masa Nabi, dan kembali memperluasnya saat menjadi khalifah.

Menjadi Khalifah Ketiga

Sebelum wafat, Umar bin Khattab menunjuk enam sahabat untuk bermusyawarah. Setelah Abdurrahman bin Auf meminta pendapat banyak orang, musyawarah sepakat memilih Utsman sebagai khalifah ketiga (HR. Bukhari).

Pembukuan Mushaf Al-Qur'an

Jasa terbesar Utsman adalah menyatukan umat pada satu mushaf. Sahabat Hudzaifah bin al-Yaman, yang ikut dalam pasukan ke Armenia dan Azerbaijan, melihat kaum muslimin dari berbagai wilayah berselisih tentang bacaan Al-Qur'an. Ia meminta Utsman segera bertindak.

Utsman lalu meminjam lembaran Al-Qur'an yang dihimpun pada masa Abu Bakar dan disimpan oleh Hafshah. Ia menugaskan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin az-Zubair, Sa'id bin al-Ash, dan Abdurrahman bin al-Harits untuk menyalinnya menjadi beberapa mushaf. Mushaf-mushaf itu dikirim ke berbagai wilayah, dan umat diminta berpegang padanya (HR. Bukhari). Mushaf inilah yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani, dasar penulisan mushaf Al-Qur'an hingga sekarang.

Perluasan Wilayah

Pada masa Utsman, wilayah Islam meluas ke Afrika Utara, Armenia, dan Khurasan. Kaum muslimin juga membangun armada laut pertama, yang antara lain membuka Pulau Siprus.

Fitnah dan Wafatnya Utsman

Pada tahun-tahun terakhir kekhalifahannya, muncul kelompok pemberontak dari beberapa wilayah yang menuntut Utsman mundur. Mereka mengepung rumahnya di Madinah. Banyak sahabat siap membelanya, tetapi Utsman melarang mereka berperang karena tidak ingin ada darah kaum muslimin tertumpah karena dirinya.

Pada bulan Dzulhijjah tahun 35 H, para pemberontak menyerbu masuk dan membunuh Utsman ketika ia sedang membaca Al-Qur'an. Ia wafat sebagai syahid, sebagaimana dikabarkan Rasulullah SAW, dalam usia lebih dari 80 tahun, dan dimakamkan di pemakaman Baqi', Madinah.

Pelajaran dari Utsman bin Affan

  1. Rasa malu adalah bagian dari iman, dan sifat itu membuat seseorang dimuliakan.
  2. Harta adalah amanah: Utsman menggunakannya untuk kepentingan umat, bukan untuk bermegah-megahan.
  3. Menjaga persatuan umat, seperti saat ia menyatukan mushaf dan menolak pertumpahan darah demi dirinya.
  4. Sabar menghadapi fitnah dengan berpegang pada kebenaran sampai akhir hayat.
Seri Khulafaur Rasyidin
  1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
  2. Umar bin Khattab
  3. Utsman bin Affan (sedang dibaca)
  4. Ali bin Abi Thalib

Kesimpulan

Utsman bin Affan adalah sahabat dermawan yang menikahi dua putri Nabi sehingga dijuluki Dzun Nurain. Sebagai khalifah ketiga, ia menyatukan umat pada satu mushaf Al-Qur'an dan memperluas wilayah Islam, lalu wafat sebagai syahid dalam fitnah besar tahun 35 H.

Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq · Umar bin Khattab · Kisah sahabat Nabi lainnya

Rujukan: Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim; Sunan at-Tirmidzi; Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah; Ibnu Sa'd, ath-Thabaqat al-Kubra; Ibnu Katsir, al-Bidayah wan Nihayah; adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala.

Komentar

↑