Tentang KamiKontakKebijakan PrivasiDisclaimerDaftar Isi

Umar bin Khattab: Biografi Al-Faruq, Khalifah Kedua yang Adil dan Tegas

· Oleh zulfhadli
Kaligrafi nama Umar bin Khattab
Kaligrafi nama Umar karya Mustafa Izzet Efendi, seperti pada medali kaligrafi di Hagia Sophia (domain publik) · Sumber: Wikimedia Commons

Di antara para sahabat Rasulullah SAW, nama Umar bin Khattab identik dengan keberanian, ketegasan, dan keadilan. Sebelum masuk Islam, ia termasuk penentang dakwah yang paling keras. Setelah memeluk Islam, ia menjadi salah satu pembela terkuatnya, lalu memimpin umat sebagai khalifah kedua selama sekitar sepuluh tahun. Artikel ini merangkum perjalanan hidupnya berdasarkan kitab-kitab hadis dan sirah yang menjadi rujukan para ulama.

Profil Singkat

KeteranganIsi
Nama lengkapUmar bin al-Khaththab bin Nufail, dari Bani Adi bin Ka'ab, suku Quraisy
KunyahAbu Hafsh
GelarAl-Faruq (pembeda antara yang hak dan yang batil), Amirul Mukminin
KelahiranDi Makkah, sekitar 13 tahun setelah Tahun Gajah
Masuk IslamSekitar tahun ke-6 kenabian
Masa khilafah13–23 H (634–644 M)
WafatAkhir Dzulhijjah 23 H, dimakamkan di samping Rasulullah SAW dan Abu Bakar

Sebelum Masuk Islam

Umar tumbuh sebagai pemuda Quraisy yang kuat dan disegani. Ia termasuk sedikit orang Makkah yang bisa membaca dan menulis, pandai berdagang, dan pernah menjadi utusan (duta) Quraisy dalam urusan dengan kabilah lain. Ketika Rasulullah SAW mulai berdakwah, Umar justru termasuk orang yang paling keras memusuhi kaum muslimin.

Kisah Masuk Islam

Rasulullah SAW pernah berdoa agar Allah memuliakan Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling Allah cintai: Umar bin Khattab atau Abu Jahal (HR. Tirmidzi, dinilai hasan sahih). Doa itu dikabulkan untuk Umar.

Kisah yang masyhur dalam kitab sirah menceritakan bahwa suatu hari Umar keluar dengan pedang terhunus untuk mencelakai Rasulullah SAW. Di tengah jalan ia diberi tahu bahwa adiknya, Fatimah binti Khattab, dan suaminya, Sa'id bin Zaid, telah masuk Islam. Umar mendatangi rumah mereka dan mendengar bacaan Al-Qur'an dari Surah Thaha. Setelah sempat bertindak kasar, hatinya luluh ketika membaca ayat-ayat tersebut. Ia lalu menemui Rasulullah SAW di rumah al-Arqam dan menyatakan keislamannya. (Kisah ini diriwayatkan Ibnu Ishaq; sebagian ulama hadis memberi catatan pada sanadnya, tetapi keislaman Umar setelah doa Nabi adalah fakta yang disepakati.)

Keislaman Umar mengubah keadaan kaum muslimin. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Kami senantiasa merasa mulia sejak Umar masuk Islam." (HR. Bukhari)

Keutamaan Umar bin Khattab

  • Termasuk sepuluh sahabat yang dijamin surga (HR. Tirmidzi).
  • Setan menghindarinya. Rasulullah SAW bersabda kepada Umar bahwa setiap kali setan berpapasan dengannya di suatu jalan, setan pasti mengambil jalan lain (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Diberi ilham kebenaran. Nabi SAW bersabda bahwa pada umat-umat terdahulu ada orang-orang yang diberi ilham (muhaddats), dan jika ada di umat ini, Umar-lah orangnya (HR. Bukhari).
  • Pendapatnya sejalan dengan wahyu. Umar berkata, "Aku bersesuaian dengan Rabbku dalam tiga hal": usulan menjadikan maqam Ibrahim sebagai tempat salat, perintah hijab bagi istri-istri Nabi, dan teguran kepada istri-istri Nabi yang kemudian sejalan dengan ayat Al-Qur'an (HR. Bukhari).

Bersama Rasulullah SAW dan Abu Bakar

Umar mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah SAW. Putrinya, Hafshah, menjadi salah satu istri Nabi. Ketika Rasulullah SAW wafat, Umar sangat terguncang hingga tidak mau menerima kabar itu, sampai Abu Bakar membacakan Surah Ali Imran ayat 144 dan Umar pun tersadar (HR. Bukhari). Di Saqifah Bani Sa'idah, Umar termasuk yang pertama membaiat Abu Bakar sebagai khalifah, dan selama kekhalifahan Abu Bakar ia menjadi penasihat terdekatnya. Kisah Abu Bakar dapat dibaca di biografi Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Masa Kekhalifahan (13–23 H)

Menjelang wafat, Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya. Umar adalah pemimpin pertama yang dipanggil Amirul Mukminin. Selama sekitar sepuluh tahun memimpin, wilayah Islam meluas pesat dan pemerintahan ditata dengan rapi.

Perluasan Wilayah

  • Syam: kemenangan dalam Perang Yarmuk (15 H) membuka wilayah Syam.
  • Irak dan Persia: Perang Qadisiyah membuka Irak, lalu Perang Nahawand (21 H) melemahkan kekuasaan Persia.
  • Baitul Maqdis: Umar datang sendiri untuk menerima penyerahan kota dan memberikan jaminan keamanan kepada penduduknya.
  • Mesir: dibebaskan oleh pasukan yang dipimpin Amr bin al-Ash.

Penataan Pemerintahan

  • Menetapkan kalender Hijriah, dengan hijrah Nabi sebagai titik awal penanggalan.
  • Membentuk diwan (administrasi pencatatan) untuk tentara dan pembagian tunjangan.
  • Menata Baitul Mal (kas negara) dan mengangkat hakim di berbagai wilayah.
  • Mendirikan kota-kota baru seperti Kufah dan Basrah.

Kesederhanaan dan Tanggung Jawab

Walaupun memimpin wilayah yang sangat luas, Umar hidup sederhana. Para sejarawan seperti Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa pada masa paceklik besar (Tahun Ramadah, 18 H), Umar menahan diri dari makanan yang enak sampai rakyatnya kembali hidup layak.

Wafatnya Umar bin Khattab

Pada akhir bulan Dzulhijjah tahun 23 H, ketika mengimami salat Subuh di Masjid Nabawi, Umar ditikam oleh Abu Lu'lu'ah, seorang budak Persia. Dalam keadaan terluka parah, Umar meminta izin kepada Aisyah agar dimakamkan di samping dua sahabatnya, Rasulullah SAW dan Abu Bakar, dan Aisyah mengizinkannya (HR. Bukhari).

Sebelum wafat, Umar menunjuk enam sahabat untuk bermusyawarah memilih khalifah berikutnya: Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin al-Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Sa'ad bin Abi Waqqash (HR. Bukhari). Musyawarah itu kemudian memilih Utsman bin Affan.

Pelajaran dari Umar bin Khattab

  1. Hidayah bisa datang kepada siapa saja, bahkan kepada orang yang dulu paling keras memusuhi kebenaran.
  2. Tegas dalam kebenaran, tetapi tetap mau menerima nasihat dan koreksi.
  3. Pemimpin adalah pelayan rakyat: hidup sederhana dan merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan orang yang dipimpin.
  4. Pentingnya sistem yang tertata: kalender, administrasi, dan keuangan negara yang rapi.
Seri Khulafaur Rasyidin
  1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
  2. Umar bin Khattab (sedang dibaca)
  3. Utsman bin Affan
  4. Ali bin Abi Thalib

Kesimpulan

Umar bin Khattab adalah sahabat yang masuk Islam berkat doa Rasulullah SAW, dikenal sebagai Al-Faruq, dan memimpin umat sebagai khalifah kedua dengan adil dan tegas. Di masanya, Islam meluas hingga Syam, Irak, Persia, Baitul Maqdis, dan Mesir, sementara pemerintahan ditata dengan sistem yang menjadi teladan sepanjang sejarah.

Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq · Hamzah bin Abdul Muthalib · Kisah sahabat Nabi lainnya

Rujukan: Shahih al-Bukhari; Shahih Muslim; Sunan at-Tirmidzi; Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah; Ibnu Sa'd, ath-Thabaqat al-Kubra; Ibnu Katsir, al-Bidayah wan Nihayah; adz-Dzahabi, Siyar A'lam an-Nubala.

Komentar

↑