Tentang KamiKontakKebijakan PrivasiDisclaimerDaftar Isi

Tips Menjaga Salat Dzuhur dan Ashar Saat Sibuk Bekerja di Kantor, Toko, atau Lapangan

· Oleh zulfhadli
Interior masjid; jeda salat di tengah hari menyegarkan kembali hati dan pikiran
Interior masjid; jeda salat di tengah hari menyegarkan kembali hati dan pikiran Foto: Rod Waddington from Kergunyah, Australia, CC BY-SA 2.0 · Sumber: Wikimedia Commons

Bagi pekerja, Dzuhur dan Ashar adalah dua salat yang paling banyak "berbenturan" dengan jam kerja. Rapat yang molor, antrean pelanggan, perjalanan di jalan, atau tenggat pekerjaan sering membuat salat tertunda hingga mepet waktu. Padahal, dua salat ini bisa menjadi jeda yang menyegarkan di tengah hari yang melelahkan.

Mengapa Penting Dijaga?

Allah secara khusus memerintahkan menjaga salat: "Peliharalah semua salat dan salat wustha (pertengahan)" (QS. Al-Baqarah: 238). Rasulullah SAW menafsirkan salat wustha sebagai salat Ashar (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau juga memperingatkan, "Barang siapa meninggalkan salat Ashar, maka terhapuslah amalnya" (HR. Bukhari).

Tips untuk Pekerja Kantoran

  1. Blok kalender di jam salat, misalnya 15 menit setelah azan Dzuhur dan Ashar, agar tidak diisi rapat.
  2. Usulkan jadwal rapat yang ramah salat, misalnya pukul 13.00 setelah Dzuhur, bukan pukul 12.00.
  3. Bicarakan dengan atasan secara baik-baik. Kebanyakan atasan menghargai karyawan yang tetap produktif sekaligus taat.
  4. Ketahui lokasi musala terdekat dan siapkan perlengkapan salat di laci.
  5. Salat dulu, makan siang kemudian, kecuali jika sangat lapar dan makanan sudah tersaji.

Tips untuk Pedagang dan Pemilik Toko

  • Bergantian menjaga toko dengan rekan atau anggota keluarga.
  • Pasang tanda "Sedang salat, kembali 10 menit" jika berjualan sendiri.
  • Ingat firman Allah tentang orang-orang yang "tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah dan mendirikan salat" (QS. An-Nur: 37).
Sajadah; simpan sajadah kecil di tas atau kendaraan agar mudah salat di mana saja
Sajadah; simpan sajadah kecil di tas atau kendaraan agar mudah salat di mana saja Foto: King muh, CC BY-SA 4.0 · Sumber: Wikimedia Commons

Tips untuk Pekerja Lapangan dan Pengemudi

  • Kenali masjid atau musala di rute perjalanan.
  • Simpan sajadah lipat dan botol air untuk wudhu di kendaraan.
  • Jika memenuhi syarat musafir, manfaatkan keringanan jamak dan qashar sesuai ketentuan fikih.
  • Jika tidak ada masjid, ingat bahwa seluruh bumi dijadikan tempat sujud yang suci (HR. Bukhari dan Muslim), selama tempatnya bersih.
Alat bantu yang bisa dicoba

Pengingat waktu salat yang sesuai lokasimu sangat membantu saat sibuk bekerja. Istiqomah menampilkan hitung mundur menuju salat berikutnya dan checklist harian agar kamu tahu salat mana yang masih tertinggal.

Coba Istiqomah gratis 7 hariAplikasi Istiqomah dikembangkan oleh penulis blog ini.

Bagaimana Jika Benar-benar Terhalang?

Ada kondisi darurat, misalnya operasi medis atau tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Dalam keadaan seperti ini, kerjakan salat segera setelah memungkinkan dan masih dalam waktunya. Untuk kondisi khusus yang berulang, bertanyalah kepada ustaz tentang keringanan yang sesuai, misalnya menjamak salat karena kebutuhan mendesak menurut sebagian ulama.

Penutup

Pekerjaan adalah bagian dari ibadah jika diniatkan dengan benar, tetapi jangan sampai ia mengalahkan kewajiban utama. Lima belas menit untuk Dzuhur dan Ashar justru sering membuat pikiran lebih jernih untuk bekerja kembali. Semoga Allah memberkahi pekerjaan dan waktu kita.

Komentar

↑