Pengertian Istiqamah dan Dalilnya dalam Al-Qur'an dan Hadis Sahih
Istiqamah adalah kata yang sering kita dengar dan ucapkan, tetapi apa sebenarnya maknanya? Mengapa ia disebut sebagai salah satu pesan terpenting Rasulullah SAW? Artikel ini membahas pengertian istiqamah, dalil-dalilnya, keutamaannya, dan cara meraihnya.
Pengertian Istiqamah
Secara bahasa, istiqamah berasal dari kata qama yang berarti berdiri tegak atau lurus. Secara istilah, istiqamah adalah teguh berjalan di atas jalan yang lurus, yaitu agama Allah, dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan secara terus-menerus, tanpa berbelok ke kanan atau ke kiri.
Diriwayatkan dari Umar bin Khattab RA bahwa istiqamah adalah engkau tetap lurus di atas perintah dan larangan, dan tidak berbelok-belok seperti liciknya rubah. Abu Bakar RA menafsirkan istiqamah dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun. Keduanya dinukil dalam kitab-kitab tafsir.
Dalil dari Al-Qur'an
QS. Fushshilat: 30
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."
QS. Al-Ahqaf: 13-14
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka itulah penghuni surga, kekal di dalamnya."
QS. Hud: 112
"Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu, dan (juga) orang yang bertaubat bersamamu." Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa surah Hud dan surah-surah sejenisnya telah membuat rambut beliau beruban (HR. At-Tirmidzi, hasan). Sebagian ulama mengaitkannya dengan beratnya perintah istiqamah dalam ayat ini.

Dalil dari Hadis
Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi RA berkata: "Wahai Rasulullah, katakan kepadaku tentang Islam satu perkataan yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun selain engkau." Beliau bersabda: "Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah" (HR. Muslim).
Rasulullah SAW juga bersabda: "Istiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan mampu (melakukannya dengan sempurna). Ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah salat, dan tidak ada yang menjaga wudhu kecuali seorang mukmin" (HR. Ibnu Majah dan Ahmad, sahih).
Istiqamah dan Istighfar
Allah berfirman: "Maka tetaplah kamu lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya" (QS. Fushshilat: 6). Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah tidak berarti sempurna tanpa cela. Kekurangan dalam istiqamah ditutup dengan istighfar.
Cara Meraih Istiqamah
- Memurnikan tauhid sebagai fondasi.
- Menjaga salat, amal terbaik sebagaimana disebut dalam hadis.
- Amal sedikit tetapi kontinu (HR. Bukhari dan Muslim).
- Menuntut ilmu agar tahu jalan yang lurus.
- Berteman dengan orang saleh.
- Memperbanyak doa keteguhan hati: "Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (HR. At-Tirmidzi, hasan).
- Segera beristighfar setiap kali menyimpang.
Aplikasi Istiqomah dibuat untuk membantu langkah-langkah ini dalam keseharian: checklist salat dan amalan, pengingat setelah azan, target yang bisa disesuaikan, dan streak yang menunjukkan kesinambungan ibadah Anda.
Coba Istiqomah gratis 7 hariAplikasi Istiqomah dikembangkan oleh penulis blog ini.Penutup
Istiqamah adalah perjalanan seumur hidup, bukan pencapaian sekali jadi. Kita tidak akan sempurna, tetapi kita bisa terus berusaha lurus dan segera kembali ketika menyimpang. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berkata "Tuhan kami adalah Allah", lalu istiqamah hingga akhir hayat.
Komentar
Posting Komentar