Tentang KamiKontakKebijakan PrivasiDisclaimerDaftar Isi

Keutamaan Salat di Awal Waktu: Dalil Sahih dan Alasan Kita Sering Menundanya

· Oleh zulfhadli
Menara masjid saat senja; azan adalah panggilan untuk segera menghadap Allah
Menara masjid saat senja; azan adalah panggilan untuk segera menghadap Allah Foto: Zs.84, CC0 · Sumber: Wikimedia Commons

Setiap kali azan berkumandang, ada dua pilihan: segera bangkit, atau menunda "sebentar lagi". Keduanya sama-sama sah selama salat dikerjakan sebelum waktunya habis. Tetapi pahalanya tidak sama. Salat di awal waktu adalah tanda hati yang mendahulukan Allah di atas urusan lainnya.

Dalil Keutamaan Salat Tepat pada Waktunya

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu bertanya, "Amal apakah yang paling dicintai Allah?" Rasulullah SAW menjawab, "Salat pada waktunya" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain yang dinilai sahih oleh sebagian ulama disebutkan dengan lafaz "salat di awal waktunya".

Para ulama menjelaskan bahwa bersegera melaksanakan salat termasuk dalam perintah umum Allah untuk berlomba dalam kebaikan: "Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan" (QS. Al-Baqarah: 148), dan "Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu" (QS. Ali Imran: 133).

Memahami Awal, Tengah, dan Akhir Waktu

Setiap salat memiliki rentang waktu. Misalnya, waktu Dzuhur dimulai saat matahari tergelincir dan berakhir ketika bayangan benda sama panjang dengan bendanya (menurut mayoritas ulama), lalu masuk waktu Ashar. Salat yang dikerjakan di mana saja dalam rentang itu sah. Namun:

  • Awal waktu adalah waktu yang paling utama untuk sebagian besar salat.
  • Menunda tanpa alasan hingga mendekati akhir waktu berisiko membuat salat terlewat.
  • Keluar dari waktu tanpa uzur adalah dosa besar.

Kapan Boleh atau Dianjurkan Mengakhirkan?

Ada beberapa keadaan yang dijelaskan dalam hadis sahih:

  • Salat Isya: Rasulullah SAW pernah mengakhirkannya hingga larut dan bersabda bahwa seandainya tidak memberatkan umatnya, beliau akan menyuruh mengakhirkan Isya (HR. Bukhari dan Muslim). Namun jika khawatir tertidur, lebih baik di awal waktu.
  • Saat cuaca sangat panas, beliau menganjurkan menunggu agak teduh untuk Dzuhur (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Saat makanan sudah dihidangkan dan sangat lapar, atau ketika menahan buang hajat, agar salat lebih khusyuk (HR. Muslim).
  • Menunggu salat berjamaah jika jamaah biasa dimulai sedikit setelah azan.
Lentera masjid; cahaya kecil yang konsisten lebih berarti daripada nyala besar yang cepat padam
Lentera masjid; cahaya kecil yang konsisten lebih berarti daripada nyala besar yang cepat padam Foto: "dronepicr", CC BY 2.0 · Sumber: Wikimedia Commons

Mengapa Kita Sering Menunda?

  1. Merasa masih ada waktu, padahal urusan lain terus datang.
  2. Pekerjaan "tanggung" yang ingin diselesaikan dulu.
  3. Gawai: satu video lagi, satu pesan lagi.
  4. Tidak ada persiapan: belum wudhu, tempat salat jauh.

Solusinya sederhana tapi butuh latihan: siapkan diri sebelum azan, dan jadikan suara azan sebagai tanda berhenti. Pekerjaan tanggung hampir selalu bisa dilanjutkan sepuluh menit kemudian.

Alat bantu yang bisa dicoba

Agar tidak terlewat awal waktu, aplikasi Istiqomah menampilkan hitung mundur menuju waktu salat berikutnya sesuai kotamu dan pengingat setelah azan. Ada pula checklist untuk mencatat salat harian.

Coba Istiqomah gratis 7 hariAplikasi Istiqomah dikembangkan oleh penulis blog ini.

Latihan 14 Hari

Pilih satu salat yang paling sering kamu tunda. Selama 14 hari, targetkan salat itu dikerjakan paling lambat 15 menit setelah azan. Setelah terbiasa, tambahkan salat berikutnya. Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih bertahan daripada tekad besar yang cepat padam.

Penutup

Salat di awal waktu adalah latihan mendahulukan Allah dalam keseharian. Ketika kita mendahulukan-Nya, insya Allah urusan lain akan dimudahkan. Mulailah dari satu waktu salat hari ini. Baca juga cara agar istiqamah salat tepat waktu.

Komentar

↑