Cara Mengganti (Qadha) Salat yang Terlewat: Karena Tertidur, Lupa, atau Sengaja

Hampir setiap orang pernah melewatkan salat, entah karena tertidur, lupa, atau di masa lalu memang lalai. Pertanyaan yang sering muncul: apakah salat itu harus diganti? Bagaimana caranya? Bagaimana jika jumlahnya sangat banyak? Artikel ini menjawab dengan merujuk dalil dan pendapat para ulama.
Jika Terlewat karena Tertidur atau Lupa
Hukumnya jelas: wajib segera dikerjakan begitu ingat atau bangun, dan tidak berdosa. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa lupa salat atau tertidur darinya, maka kafaratnya adalah ia mengerjakannya ketika ia ingat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW sendiri bersama para sahabat pernah tertidur dalam perjalanan hingga terbangun karena panas matahari. Beliau lalu memerintahkan berpindah sedikit dari tempat itu, kemudian azan, dan salat Subuh dikerjakan bersama (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika Ditinggalkan dengan Sengaja
Meninggalkan salat dengan sengaja adalah dosa besar. Tentang cara memperbaikinya, para ulama berbeda pendapat:
- Mayoritas ulama (empat mazhab) berpendapat wajib bertaubat dan mengqadha seluruh salat yang ditinggalkan.
- Sebagian ulama berpendapat bahwa salat yang sengaja ditinggalkan tanpa uzur tidak bisa diqadha, sehingga yang wajib adalah taubat yang sungguh-sungguh dan memperbanyak salat sunnah serta amal saleh.
Di Indonesia, pendapat mayoritas (termasuk mazhab Syafi'i) lebih banyak dipegang, sehingga dianjurkan mengqadha semampunya. Untuk kasus pribadi, bertanyalah kepada ustaz yang kamu percayai.

Cara Mengqadha Salat
- Niatkan salat yang diganti, misalnya "salat Dzuhur yang terlewat".
- Jumlah rakaat sesuai salat aslinya. Salat yang terlewat saat safar boleh diqashar menurut sebagian ulama jika diqadha masih dalam perjalanan.
- Bacaan: salat jahr (Subuh, Maghrib, Isya) yang diqadha di siang hari dibaca pelan menurut sebagian ulama, sedangkan yang lain membolehkan mengikuti salat aslinya.
- Urutan: dianjurkan mengqadha secara berurutan, terutama jika jumlahnya sedikit.
Jika Jumlahnya Sangat Banyak
Bagi yang dulu lama meninggalkan salat dan kini bertaubat, perkirakan jumlahnya dengan hati-hati, lalu buat jadwal qadha yang realistis. Misalnya, setiap salat fardhu diiringi satu salat qadha yang sama. Jangan sampai beban qadha membuatmu putus asa dan berhenti. Yang terpenting, salat hari ini tidak boleh terlewat lagi.
Saat sedang memperbaiki salat, catatan harian sangat membantu. Di aplikasi Istiqomah kamu bisa menambahkan amalan pilihan, seperti target salat qadha, ke checklist harian dan memantau perkembangannya.
Coba Istiqomah gratis 7 hariAplikasi Istiqomah dikembangkan oleh penulis blog ini.Pintu Taubat Selalu Terbuka
Allah berfirman, "Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya" (QS. Az-Zumar: 53). Masa lalu tidak bisa diubah, tetapi masa depan bisa diperbaiki mulai dari salat berikutnya.
Penutup
Salat yang terlewat karena uzur segera diganti, salat yang ditinggalkan dengan sengaja ditebus dengan taubat dan qadha sesuai pendapat yang dipegang. Mulailah memperbaiki hari ini, karena istiqamah di masa depan jauh lebih penting daripada larut dalam penyesalan.
Komentar
Posting Komentar