Tentang KamiKontakKebijakan PrivasiDisclaimerDaftar Isi

Cara Membuat Katalog Produk di WhatsApp Business Langkah demi Langkah

· Oleh zulfhadli

Bagi banyak penjual online di Indonesia, WhatsApp adalah tempat transaksi paling utama. Sayangnya, pembeli sering harus bertanya berulang kali: "Ada produk apa saja?", "Harganya berapa?", "Ukurannya apa saja?". Fitur Katalog di WhatsApp Business membantu menjawab pertanyaan itu sekaligus.

Dengan katalog, pembeli bisa melihat daftar produk lengkap dengan foto, harga, dan deskripsi tanpa harus menunggu balasanmu. Berikut cara membuatnya langkah demi langkah. Tampilan menu bisa sedikit berbeda antara Android dan iPhone atau antarversi aplikasi.

Katalog WhatsApp Business bisa dikelola sepenuhnya dari HP
Katalog WhatsApp Business bisa dikelola sepenuhnya dari HP Foto: Land Rover MENA, CC BY 2.0 · Sumber: Wikimedia Commons

Persiapan Sebelum Membuat Katalog

  • Pastikan kamu memakai aplikasi WhatsApp Business, bukan WhatsApp biasa.
  • Siapkan foto produk yang terang dan jelas. Satu produk bisa memiliki beberapa foto.
  • Siapkan daftar nama produk, harga, dan deskripsi singkat dalam catatan agar tinggal disalin.
  • Lengkapi profil bisnis: nama usaha, kategori, alamat, dan jam buka.

Langkah 1: Buka Menu Katalog

  1. Buka WhatsApp Business.
  2. Ketuk ikon titik tiga (Android) atau menu Setelan (iPhone).
  3. Pilih Alat bisnis, lalu pilih Katalog.

Langkah 2: Tambahkan Produk Pertama

  1. Ketuk Tambah produk baru atau tanda tambah.
  2. Pilih foto produk dari galeri atau ambil langsung dengan kamera.
  3. Isi nama produk secara jelas. Contoh: "Keripik Singkong Pedas 250 gram", bukan sekadar "Keripik".
  4. Isi harga. Jika harga bervariasi, kamu bisa mengosongkannya dan menjelaskannya di deskripsi.
  5. Tulis deskripsi: bahan, ukuran, varian, berat, dan cara pemesanan.
  6. Isi kode produk jika kamu punya sistem stok sendiri. Ini opsional.
  7. Ketuk Simpan. Produk biasanya perlu ditinjau sebentar oleh WhatsApp sebelum tampil.

Langkah 3: Tulis Deskripsi yang Menjawab Pertanyaan Pembeli

Deskripsi yang baik mengurangi chat bolak-balik. Gunakan pola sederhana ini:

  • Apa produknya: "Keripik singkong renyah dengan bumbu cabai asli."
  • Detail: berat, ukuran, varian rasa atau warna.
  • Daya tahan atau cara pakai: misalnya "tahan 2 bulan dalam kemasan tertutup".
  • Cara pesan: "Ketik nama produk dan jumlah, kami bantu hitung ongkir."
Deskripsi yang lengkap mengurangi pertanyaan sebelum pesanan dikirim
Deskripsi yang lengkap mengurangi pertanyaan sebelum pesanan dikirim Foto: Susanne Nilsson, CC BY-SA 2.0 · Sumber: Wikimedia Commons

Langkah 4: Kelompokkan Produk dengan Koleksi

Jika produkmu banyak, kelompokkan ke dalam koleksi agar pembeli mudah mencari. Contoh koleksi: "Makanan Ringan", "Minuman", "Paket Hemat".

  1. Di halaman Katalog, cari opsi Tambah koleksi baru.
  2. Beri nama koleksi.
  3. Pilih produk yang masuk ke koleksi tersebut, lalu simpan.

Langkah 5: Bagikan Katalog

Katalog bisa dibagikan dengan beberapa cara:

  • Di dalam chat, ketuk ikon lampiran lalu pilih Katalog untuk mengirim produk tertentu.
  • Salin tautan katalog dari menu Katalog, lalu tempel di bio Instagram, status, atau grup.
  • Bagikan produk tertentu ke Status agar dilihat kontak yang menyimpan nomormu.

Langkah 6: Perbarui Katalog Secara Rutin

Katalog yang tidak diperbarui justru bisa merugikan. Pembeli kecewa jika memesan produk yang ternyata sudah habis. Biasakan:

  • Menyembunyikan produk yang stoknya habis.
  • Memperbarui harga jika ada perubahan.
  • Mengganti foto lama dengan foto yang lebih baik.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Foto gelap atau buram sehingga produk tidak terlihat jelas.
  • Nama produk terlalu umum dan tidak menyebut ukuran atau varian.
  • Produk ditolak tampil karena melanggar kebijakan perdagangan WhatsApp. Pastikan produkmu bukan barang yang dilarang.
  • Tautan katalog tidak pernah dibagikan, sehingga katalog jarang dilihat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah katalog WhatsApp Business berbayar?

Fitur katalog di aplikasi WhatsApp Business dapat digunakan tanpa biaya.

Bisakah pembeli membayar langsung lewat katalog?

Di Indonesia, pembeli umumnya tetap mengirim pesanan lewat chat, lalu pembayaran dilakukan dengan transfer, QRIS, atau metode lain yang kamu sediakan.

Penutup

Katalog WhatsApp Business adalah cara sederhana membuat toko kecilmu terlihat lebih profesional. Luangkan satu sore untuk memasukkan semua produk dengan foto dan deskripsi yang jelas, lalu bagikan tautannya ke semua kanal jualanmu. Waktu yang kamu hemat dari menjawab pertanyaan berulang bisa dipakai untuk mengurus pesanan.

Komentar

↑