10 Adab Membaca Al-Qur'an yang Perlu Diketahui Setiap Muslim

Al-Qur'an adalah kalam Allah. Membacanya bukan sekadar aktivitas membaca buku, tetapi ibadah yang memiliki adab. Adab ini membantu kita lebih khusyuk dan menghormati firman Allah. Berikut sepuluh adab membaca Al-Qur'an beserta dalilnya.
1. Ikhlas karena Allah
Membaca Al-Qur'an adalah ibadah, dan ibadah harus diniatkan untuk Allah, bukan untuk dipuji suaranya. Amal bergantung pada niat (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Bersuci
Membaca Al-Qur'an dalam keadaan berwudhu adalah keutamaan yang disepakati. Mengenai menyentuh mushaf tanpa wudhu, mayoritas ulama mewajibkan wudhu, berdasarkan surat Rasulullah SAW kepada Amr bin Hazm: "Tidak boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali orang yang suci" (HR. Malik dan lainnya, dinilai sahih oleh banyak ulama). Sebagian ulama lain memiliki pendapat berbeda. Membaca dari hafalan tanpa menyentuh mushaf tidak disyaratkan wudhu bagi yang berhadas kecil.
3. Membaca Ta'awudz
Allah berfirman: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk" (QS. An-Nahl: 98). Lalu membaca basmalah di awal surah, kecuali surah At-Taubah.
4. Membaca dengan Tartil
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil" (QS. Al-Muzzammil: 4). Tartil berarti perlahan, jelas, dan sesuai kaidah tajwid.
5. Memperindah Suara
Rasulullah SAW bersabda: "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian" (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i, sahih). Beliau juga bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak memperindah bacaan Al-Qur'an" (HR. Bukhari). Memperindah semampunya, tanpa memaksakan diri atau melanggar tajwid.

6. Tadabbur
"Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka menadabburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mendapat pelajaran" (QS. Shad: 29). Sesekali berhenti pada ayat yang menyentuh hati, membaca terjemahnya, dan merenungkannya.
7. Menyesuaikan Suara
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mengeraskan bacaan Al-Qur'an seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang memelankan bacaan Al-Qur'an seperti orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, hasan). Keraskan jika bermanfaat dan tidak mengganggu, pelankan jika khawatir riya' atau mengganggu orang yang salat atau tidur.
8. Sujud Tilawah
Ketika membaca ayat sajdah, dianjurkan sujud tilawah. Ibnu Umar RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW membaca surah yang terdapat ayat sajdah, lalu beliau sujud dan para sahabat ikut sujud (HR. Bukhari dan Muslim). Mayoritas ulama berpendapat hukumnya sunnah.
9. Menghentikan Bacaan saat Menguap
Rasulullah SAW memerintahkan untuk menahan menguap semampunya (HR. Muslim). Saat membaca Al-Qur'an, berhentilah sejenak ketika menguap, lalu lanjutkan.
10. Meletakkan Mushaf di Tempat yang Layak
Letakkan mushaf di tempat yang bersih dan terhormat, tidak di lantai sembarangan atau di bawah benda lain. Ini adalah bentuk mengagungkan syiar Allah (QS. Al-Hajj: 32).
Adab yang baik akan terasa ringan jika tilawah sudah menjadi kebiasaan. Istiqomah membantu mencatat tilawah harian, mengingatkan target, dan menumbuhkan streak agar Anda terus membaca dengan tenang setiap hari.
Coba Istiqomah gratis 7 hariAplikasi Istiqomah dikembangkan oleh penulis blog ini.Penutup
Adab membaca Al-Qur'an bukan untuk mempersulit, tetapi untuk memuliakan. Mulailah dari adab yang paling mudah: berwudhu, membaca ta'awudz, dan membaca dengan tartil. Sedikit demi sedikit, tilawah kita akan terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Komentar
Posting Komentar